Selasa, 08 Februari 2011

Ular-Ular TerUnik Didunia

ULAR LAUT
Ular laut adalah yang paling tidak biasa dari semua jenis ular. Mereka berasal dari keluarga yang sama seperti kobra dan ular karang (Elapidae), tetapi mampu beradaptasi dengan baik untuk hidup di dalam laut. Ada 62 spesies ular laut yang ada saat ini, dan tersebar di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Ular laut sangat berbisa, racunnya sepuluh kali lebih kuat dari kobra. Yang paling berbisa adalah spesies Ular ‘Belcher’. Ular laut sangat pemalu dan mereka lebih memilih menghindar jika bertemu dengan manusia.Ular laut bernafas dengan menyerap oksigen langsung dari air, melalui kulitnya. Ular laut juga memiliki kelenjar khusus di lidah mereka yang berfungsi untuk mengusir kelebihan garam dari organ dalam tubuhnya.



FLYING SNAKE
Ular terbang ditemukan di hutan hujan di India dan Asia tenggara. Biarpun namanya ular terbang, ular ini tidak benar benar bisa terbang kok. Kalau ular ini ingin pergi dari satu pohon ke yang lain, dia meluncurkan diri ke udara dan saat melayang tulang rusuknya mengembang, hingga tubuhnya melebar dan menjadi seperti sayap. Ular Terbang adalah glider yang bahkan lebih baik daripada tupai terbang. Tupai terbang dapat meluncur hingga 60 meter dari satu pohon ke yang lain, sedangkan ular ini dapat meluncur hingga 100 meter atau lebih dan memiliki stabilitas yang baik. Ular ini tidak berbahaya bagi manusia. Makanan utamanya adalah kadal dan binatang kecil lainnya. Ular ini menghabiskan sebagian besar waktunya di pohon.



TIGER KEELBACK
Dikenal dengan sebutan Yamakagashi, spesies ini ditemukan di Asia Timur. Bentuknya kecil, jarang melebihi satu meter dan sangat pemalu, sehingga mereka dianggap tidak berbahaya, sampai ada seseorang yang meninggal karena gigitan yamakagashi di tahun 80-an. Karena taringnya berlokasi di bagian belakang rahang, yamakagashi tidak dapat menyuntikkan racun mereka dengan mudah seperti ular berbisa lainnya. Makanan utamanya adalah katak., Tiger Keelbacks berwarna cerah. Ular ini kebal terhadap katak beracun. Hebatnya lagi, tidak hanya kebal terhadap racun katak, ular ini juga menyimpan racun katak yang dimangsanya di dalam kelenjar di lehernya. Saat merasa terancam, ular ini bisa mengeluarkan bisanya dan juga racun dari katak yang dimangsanya.



BURROWING ASP
Burrowing Asp adalah ular bertubuh kecil dari Afrika yang menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah tanah. Makanannya tikus. Ulat ini memiliki taring besar yang pada dasarnya berfungsi sebagai pencengkram yang berbisa, dan menonjol keluar dari mulutnya saat digunakan. Taringnya fleksibel dan dapat dipindahkan secara bebas, jadi ular ini dapat menusuk mangsanya hanya dengan satu taring dan membunuh korbannya. Karena sifat kardiotoksik dan nekrotik dan kemampuannya untuk menyuntikkan bisa lebih dalam dari ular lain (karena “taring”nya yang panjang) ular ini sangat berbahaya bagi manusia.


HORNED VIPER
Ditemukan di padang pasir Afrika Utara dan Timur Tengah, ular ini memiliki tanduk kecil, biasanya berukuran 50 mm. Ular ini memiliki sepasang tanduk di atas mata, tetapi ada juga beberapa individu yang tidak memilikinya atau hanya tumbuh sedikit. Ular ini berbisa. Viper bertanduk bernama latin “Cerastes Cerastes” yang diambil dari nama rakasa mistis asal Yunani, Cerastes, seekor ular yang bersembunyi di bawah pasir di padang pasir dan menyergap setiap makhluk yang lewat dengan  menggunakan tanduk sebagai sebuah daya 
tarik.


VIPER ATHERIS
Biasa ditemukan di hutan hujan Afrika Tengah, viper kecil ini sangat berbisa. Memiliki sisik yang unik dan keren. Viper Atheris atau Viper Pohon Bersisik tumbuh hingga 75 cm. Seperti semua ular viper, taring Atheris terlipat di bagian depan rahang atasnya. Belum ditemukan penawar racun untuk ular ini. Gigitannya menyebabkan kesulitan bernafas, pembekuan darah, rasa sakit dan bengkak, sampai kematian. Ular ini biasanya tinggal jauh dari pemukiman manusia, sudah sangat langka dan salah satu dari banyaknya 
jenis ular yang dilindungi.


LONG NOSED VINE SNAKE
Ular asli Asia Tenggara, Ular Long Nose Vine adalah predator arboreal. Tidak seperti ular lain, ia memiliki penglihatan yang sangat baik hingga memungkinkan ular ini menyerang mangsanya dengan akurasi yang tepat. Lidahnya berwarna hijau terang, tubuhnya yang ringan memungkinkannya untuk bergerak cepat di dedaunan dan bisa mencapai dari satu cabang ke cabang lain dengan setengah tubuh melayang di udara. Makanan utamanya adalah kadal dan katak. Meskipun berbisa, mereka tidak menimbulkan berbahaya bagi manusia karena hanya sakit dan bengkak setelah digigit ular ini, dan gejala akan hilang dalam beberapa hari.





ELEPHANT TRUNK SNAKE
Ular aneh ini banyak ditemukan di Indonesia, meskipun beberapa juga ditemukan di Australia. Ular ini mendapatkan namanya dari kulitnya yang tidak biasa, berkerut dan keriput, terlihat tua, dan ukurannya yang super besar. Mereka dapat tumbuh hingga 2,5 meter. Habitat ular ini adalah di air dan ular ini akan tak berdaya jika berada di darat. Ular ini tidak bisa melata seperti ular lainnya karena mereka tidak memiliki sisik di perutnya. Makanan ular ini adalah ikan. Ular ini memiliki sedikit racun yang tidak mematikan, sehingga mereka menggunakan lilitan untuk membunuh mangsanya. Sisiknya yang besar dan menonjol adalah adaptasi untuk mencengkeram ikan yang licin dan melilit mereka di bawah air.



TENTACLED SNAKE
Ular air ini berasal dari Asia Tenggara. Dikatakan unik, karena ular ini adalah spesies terakhir yang masih hidup dari genusnya. Bagian yang paling terkenal dari ular ini adalah tentakel aneh di moncongnya. Tentakel ini sebenarnya mechanosensors sangat sensitif, yang memungkinkan ular untuk mendeteksi gerakan di dalam air dan menyerang setiap ikan yang berenang di dekatnya. Kecepatan menyerang tentacle ular ini sangat cepat, hanya diperlukan 15 milidetik untuk menangkap mangsanya. Meskipun ular tentacle berbisa, bisa-nya tidak menimbulkan ancaman bagi manusia. Tubuhnya kecil, hanya berukuran 90 cm. Sama seperti ular Belalai Gajah,  ular ini sepenuhnya berada di air dan nyaris tidak dapat bergerak di darat.

0 komentar:

Poskan Komentar